Saturday, January 28, 2012

1/28/2012 - No comments

Saya? Dia- Kamu - Dia


Dia, makhluk yang saya sayangi sepanjang masa meskipun saya punya rasa untuk kamu. Kamu nggak pernah tahu kalo saya sayang sama kamu. Tetapi dia, meskipun sekarang saya nggak tau dia dimana, saya tetap punya posisi dihatinya dia. Tapi bukan posisi yang sama seperti dulu.

Saya. Saya tulus sayang sama kamu. Tapi kamu selalu mentingin ego-mu, dan akhirnya terjadi argumen yang menurut saya tidak ada artinya.

Kamu. Kamu yang disana, yang selalu mementingkan ego-mu. Saya sayang sama kamu, meskipun kamu ngeliat saya dengan rautan tatap benci, tapi saya tetep sayang sama kamu. Apalagi kalo saya liat mata kamu. Saya tau, didalamnya terdapat sorot mata kebencian.

Dia. Dia yang lebih mementingkan saya ketimbamg egonya, saya lebih sayang sama dia. Dia ngorbanin apapun buat saya. Tapi dia menghilang, dan sebagai penggantinya, kamu. Saya sayang sama kamu.

Dia. Saya udah mencoba buat menghapus dia dan mengunci hati saya dalam dalam untuk kamu. Tapi dia tetep ada dihati saya. Meskipun saya lagi suka sama siapapun.

Dia. Menghilang 3 tahun yang lalu, sampai sekarang saya nggak tahu dia dimana. Tapi, kamu udah berhasil membuat saya merasa mendapat pengganti dia. Meskipun bukan dengan makhluk yang sama dan sifat yang sama.

Dia. Saya selalu sayang sama dia. Melebihi kamu. Melebihi sayang saya sama kamu. Dia hebat. 3 tahun menghilang tapi masih mendapat posisi yang sama dihati saya daripada kamu. Yang sejenak kamu tinggal aku langsung panik. Dia sudah meninggalkanku sejak 3 tahun yang lalu, aku tetap tenang.

Kalian. Saya sangat amat sayang kalian, setara dengan sayang saya sama orang tua saya. Tapi sampe sekarang kalian menempati posisi yang sama kok.

Makasih ya kalian udah hadir di hidup saya. Membuat kehidupan saya menjadi absurd begini, tapi tenang. Kalian adalah orang orang yang paling saya sayang dihati saya.

0 comments:

Post a Comment