1/18/2012 -
No comments
No comments
Kepercayaan
"Var, maafin gue ya udah bohongin elo. Maaf banget. denger du..." sahut Irfan ketika Varissa mengetahui bahwa ia membohonginya. namun tak lama, jeritan varissa terdengar histeris.
"Nggak mau! gue benci lo. benci."
"Var....."
"Gue nggak mau denger apa apa dari lo!"
Varissa pun berjalan lunglai dari tempat yang dipijaknya. Rumah Irfan. yang sepi, entah kemana orang tuanya berada. Varissa pulang, tetapi sebelumnya ia menelfon Tari, teman sebangkunya.
"Tar. gue bisa kerumah lo nggak?" ujar Varissa singkat begitu Tari mengangkat telefon. belum sampai Tari mengucapkan salam pembuka untuk telfonya, Varissa langsung saja bertanya begitu.
"Iya yaudah deh. kenapasih?" ujar tari dengan nada bertanya.
"Nggak, nggak apa apa kok. Nanti gue ceritain deh kalo udah sampe rumah lo."
"oke."
Sambungan telefon terputus. Varissa langsung beranjak pergi dari depan rumah Irfan. sampai di depan rumah Tari, mama Tari melihat Varissa dengan pandangan bertanya.
"lho, var? kamu kenapa?" ujar mama Tari. Tak mengerti apa yang telah terjadi sebenarnya.
"nggak apa apa,Tan. Tarinya ada?" ujar Varissa lirih. berjuang dengan sekuat tenaga untuk berbicara meskipun ia tau ia akan terjerumus dalam emosinya.
"Oh iya, ada. masuk, masuk." ujar mama tari sambil mengiringi Varissa masuk.
"var, lo kenapa? Cerita ke gue dong."
"nnggg, itu kak Irfan...." ujar Varissa singkat dengan lirih. suaranya seakan tak terdengar.
Setelah argumen hebat itu Varissa hanya bisa terdiam. Menyadari bahwa itu sebenarnya yang terjadi. tak bisa lari ataupun pergi karena itulah kenyataannya.
"Kak Irfan kenapa?" ujar tari dengan sangat berhati hati.
"Dia bohongin gue....... se....benernya.... dia itu ngg......nggak suka..... sama gue." ujar Varissa, tetap dengan suara lirihnya, seakan mencoba bertahan untuk menjawab pertanyaan Tari itu.
"Serius lo,Var?" Tari kaget seketika. mengatupkan rahang yang tadinya terbuka. Terkesiap. terkesima. Tidak percaya.
"Serius.." varissa menjawab pertanyaan terakhir itu dengan suara lirih.
"Pasti ada alasannya,Var. nggak mungkin dia tega....." ujar Tari membela.
"nggak. gue sama dia ending! titik."
Contoh cuplikan cerita diatas itu menandakan bahwa kalo orang udah percaya terus dikhianati itu sakit. sangat sakit. Kepercayaan cuma tumbuh sekali. lo inget inget nih yang baca. cuma numbuh sekali. kalo sekalinya tuh kepercayaan numbuh lagi, gue yakin nggak akan sama percayanya. pasti udah beda. dan gue yakin, si pencerita rahasia itu pasti harus ekstra hati hati buat nyurahin perasaannya ke orang yang sama meskipun 2 kali.
Kepercayaan. dimana orang mempercayai seseorang untuk melakukan sesuatu, atau bisa juga menyimpan sesuatu, namun bisa juga mempertanggung jawabkan sesuatu.
yang dikasih kepercayaan ya guys, jangan ngerusak kepercayaan itu. Karena begitu lo rusak, belum tentu kepercayaan yang sama dari orang yang sama bakalan dateng. nggak. lo salah besar. sekalinya orang itu udah lo khianatin, pasti mereka juga berusaha hati hati buat ngepercayain lo lagi, dalam suatu hal. apapun itu. rahasia terkecil sekalipun.
Dan kepercayaan Varissa terhadap Irfan dirusak oleh dirinya sendiri, karena ngebohongin Varissa. nah, guys, lo kalo udah dikasih kepercayaan sama orang, untuk apapun itu, jangan coba coba lo bohong atau nyembunyiin sesuatu. karena pasti orang itu nggak akan ngasih kepercayaan lo lagi.
Gue harap, kalian bisa dipercaya sama orang orang yang disekitar lo ya guys. jangan coba coba bohong ataupun ngelak kalau ada kesalahan, karena kepercayaan itu nggak akan pernah adalagi, kalaupun ada, nggak akan sama.
Oke guys. segini ya postingan gue. keep reading, semoga manfaat^^
0 comments:
Post a Comment