1/11/2017 -
No comments
No comments
Usaha dan Bakat
Bakat.
Usaha.
Bakat.
Apa ya yang lebih mendominasi? Usaha, atau bakat? Menurut para pakar, rasa rasanya usaha lebih mendominasi, terbebas dari skill apa yang dipunya. Menurut para pakar juga, bakat hanya mendukung 1(satu) hingga 3(tiga) persen kemampuan kita. Artinya, 97(sembilan puluh tujuh) persennya, usaha membantu kita mendapat kemampuan kita.
Usaha lebih mempengaruhi skill kita. Misalnya, ketika kita sedang minder karena nggak punya bakat, otak kita akan mencari tau, sebenernya, gue tuh bisa apa sih? dan kita akhirnya menemukan hal baru yang pada awalnya hanya dicoba-coba, namun setelah kita mencobanya, ternyata kita tahu bahwa itu, sesuatu yang kalian kerjakan, bisa membuahkan hasil. Selain itu, banyak lagi. Kira-kira, apa aja sih, output dari usaha?
Melahirkan Passion
Indeed, pastilah usaha melahirkan passion! Ya nggak sih? Dari awalnya kita bertanya-tanya, eh lama-lama kita jadi suka dan sadar kalo itu passion kita dan hal yang udah kita cari-cari sejak lama! Sejak lama kita menanti, eh taunya kita punya sesuatu yang spesial yang kita sendiri baru tau! Seru loh, mencari sesuatu yang pada akhirnya menjadi passion kita!
Mengasah Skill
Yaiyalah, dengan adanya usaha, skill kita bakal keasah! Misalnya, kita punya bakat gambar, terus kita nggak pernah ngegambar sama sekali, masa iya tiba-tiba skill kita udah secanggih Van Gogh? atau, kita punya bakat musik dan nggak pernah latihan, tetep aja kan, skill kita nggak bisa langsung sekeren Elvis Presley.
Yak. Sekian.
Yak. Sekian.
0 comments:
Post a Comment