8/13/2012 -
Diary about someone,Raising Hope
No comments
Diary about someone,Raising Hope
No comments
Fake-Raising Hope
Ketika seulas semburatan senyum yang tulus muncul.
Ketika itupula seulas harapan muncul.
Muncul,muncul,muncul dan akhirnya hilang ditelan angin.
Muncul,muncul,muncul dan ternyata semuanya adalah harapan semu.
Datang,datang,datang dan akhirnya semuanya pergi begitu saja.
Tanpa memberikan kesan apapun.
Jujur, hampa terasa tanpa kamu.
Jujur, sepi terasa tanpa adanya kamu.
Hanya saja, saya yang selalu berfikir semuanya akan pergi begitu saja.
Pertama kali. bukan pertama kalinya saya merasa kehilangan.
Pertama kali, tapi, bukan pertama kalinya saya merasa hampa.
Saya sering merasakannya, hingga akhirnya........
Semua perasaan hampa itu hilang dan kembali normal.
Kamu. yang selalu membuat saya memandang langit yang diciptakan terasa lebih indah.
Kamu. yang selalu membuat saya memandang cerahnya hari di pagi buta.
Kamu. yang selalu membuat saya berhenti mengenang yang tak perlu dikenang.
Kamu. yang membuat hari-hari saya diwarnai.
Entah apapun warnanya, entah bagaimana jeleknya dan kucelnya warna itu, saya tetap butuh.
Saya tetap butuh warna itu.
Sejelek apapun warna itu.
Sekucel apapun warna itu.
Saya butuh warna itu.

0 comments:
Post a Comment