Saturday, January 28, 2012

1/28/2012 - No comments

Saya Bangga.

Saya cukup bangga. Menjadi diri saya sendiri. Karena mereka nggak bisa merasakan semua yang saya rasakan. Apapun itu. Mereka nggak bisa mengenali semua orang yang sama persis di kehidupan saya.  Mereka nggak bisa menjadi bagian dari sesuatu yang saya punya tapi mereka nggak punya. Mereka nggak bisa memiliki seseorang yang pernah menjadi suatu bagian dari diri saya sendiri.

Saya Bangga. Mempunyai diri saya sendiri, meskipun saya memiliki beberapa kekurangan. Karena nggak semua orang sempurna. Nggak ada yang sempurna. tapi bagi saya, kelebihan yang saya punya ini udah cukup. saya bisa mengembangkannya sendiri kok, asal saya mau. Tapi sayangnya ada beberapa hal yang saya nggak suka dari diri saya sendiri, saya rasa nggak perlu saya sebutin disini.

Saya Bangga. bisa mengenal kamu lebih dalam dari mereka semua yang mengenal kamu. Mereka hanya kenal nama kamu. Saya? Saya bisa mengenal semua yang ada didalam diri kamu. Lumayan banyak sih, dan mungkin itu bukan semuanya. Tapi saya tetep bangga. Kenal separuh bagian dari diri kamu ketika saya bersama kamu. Mereka nggak bisa merasakan itu.

Saya Bangga. bisa menempati sekolah favorit dikota tempat tinggal saya, dimana nggak semua orang bisa merasakan itu dan hanya orang terpilih aja yang bisa ngerasain. Nggak semua dari mereka merasakan apa yang saya rasakan ini, jadi saya cukup bangga.

Saya bangga. punya teman-teman seperti kalian, meskipun kalian tak pernah bangga memiliki teman seperti saya. Meskipun kalian egois, saya bangga punya teman-teman seperti kalian. Kalian yang bisa merubah posisi kalian itu. Dari jahat jadi baik, atau semacamnya lah, yang menurut saya nggak bisa saya yang bisa jelasin.

Saya bangga. punya keluarga kedua, yang menurut kalian itu cuma estrakulikuler. Tapi bagi saya itu keluarga kedua saya. Yang ngehibur saya kalo saya lagi ada masalah sama siapapun itu. Yang buat saya ketawa-ketiwi setiap pulang sekolah dengan candaan anggotanya.

Saya bangga. Sering disuruh push-up sama keluarga kedua saya. Karena mereka ngajarin saya disiplin. Mereka juga yang ngajarin saya buat sabar dan nggak nyerah kalo lagi ada masalah. mereka nggak bisa ngerasa kedudukan keluarga kedua dimata saya itu sama dibandingkan sisi pandang kalian.

Saya cukup bangga. punya kedudukan dikelas, meskipun cuma sebagai sekretaris kelas saya. Saya bangga karena nggak semua bagian dari mereka bisa jadi sekretaris kelas, seperti apa yang saya rasakan sekarang ini. Saya bangga karena guru bisa kenal sama saya, tapi bukan berarti saya pengen eksis, nggak kok. saya cuma pengen kenal lebih dalam sama sifat-sifat guru saya yang ngajarin saya disekolah.

Saya lumayan bangga, bisa dapet juara 3 se kecamatan di lomba karya guna. Kenapa? Karena saya mikir, ternyata saya masih bisa membanggakan keluarga-kedua saya itu. Meskipun cuma juara 3, saya tetep bangga kok.

Saya juga sangat amat bangga, bisa kenal Dia. Dia yang nggak pernah mementingkan egonya dan lebih mementingkan diri saya. Dia yang selalu sayang sama saya. Apapun itu keadaannya. Meskipun sekarang saya nggak tau dia pergi kemana.

0 comments:

Post a Comment