Saturday, January 28, 2012

1/28/2012 - No comments

Selamat.....

Sabtu, 28 Januari 2012.
Musyawarah gugus depan berlangsung, lebih tepatnya kalo di labelnya itu tulisannya "Musyawarah Dewan Penggalang" Lo tau? huruf N di tulisannya itu kecopot. jadi musyawarah dewa penggalang. hffft, ngakak aja.

oke beberapa susunan acara. mulai dari sambutan dari pelatih dan blablabla dan nyanyi hymne pramuka sama indonesia raya. pengenalan nama-nama anak-anak kelas VIII yaitu angkatan gue. Oke.

"Pemilihan Pratama."

Meilita Karenda P dan Yoega Prasetya terpilih jadi Pratama.
Aditya Farhan Aryaputra dan Putri Hidayah Lestari terpilih jadi Wakil Pratama.
Errin Syifa dan Edgarsa Bramantyo W terpilih jadi Sekretaris.
Ilona Pavita Raissa dan (gue gatau siapa yg cowok) terpilih jadi bendahara.
Fajar Tri Yulianti dan Budiman Yusuf terpilih jadi Evalitbang.
Widya Christianti (yang duduk disebelah gue di VIII.1) dan (gue gatau siapa yg cowok) terpilih jadi Tekpram.
Dwi Novebrilian dan (gue gatau siapa yang cowok) terpilih jadi Giat Ops.

Daaaan! Gue bakal tulisin Dewan Penggalang 01-034 ini, gudep gue.
Pratama : Meilita Karenda Putri
Anak osis. pinter ngomong, baik,asik , seru. bisa membimbing angkatan gue.
Wakil Pratama : Putri Hidayah Lestari
Biasa dipanggil poe. Gue gabisa nyebutin sifatnya ya._.v
Sekretaris : Errin Syifa R
Baik, asik, pinter, satu-satunya anak flamboyan. Flamboyan itu regu pramuka buat kls 9 di sekolah gue.
Bendahara : Ilona Pavita Raissa, Gandhes Grapuri K.S.K
Asik, seru, kadang-kadang suka begitu hahaah :D
Giat OPS : Dwi Novebrilian
Asik, baik, koclak.
Tekpram : Widya Christianti, Ira Yunita
Asik, suka nggak jelas tapinya-_-V
Evalitbang: Allysa Nadia, Fajar Tri Yulianti
Baik,asik._. nggak tau deh nanti kalo jadi evalitbang sekiller apa...........

Selamat buat kalian semua ya yang terpilih menjadi Dewan-Penggalang. Semoga pramuka bisa lebih maju buat kalian.

*Musyawarah Gugus Depan/ Musyawarah Dewan Penggalang berakhir.*

*nyanyi selamat ulang taun buat pelatih*
*ngasih kue buat pelatih*

Meilita, Yoga, Gue, dan segelintir kawan yang lain ikut bercolek-colek ria di muka kakak pelatih dan dia pun nyuapin abis itu ngeratain kuenya ke muka. mhuehueh. enak banget kuenya. Abis itu cuci muka, bahas rancangan kerjaaaa, dan gue pulang.

Thanks for 9 hoursnya yaaaa ^^

1/28/2012 - No comments

Saya Bangga.

Saya cukup bangga. Menjadi diri saya sendiri. Karena mereka nggak bisa merasakan semua yang saya rasakan. Apapun itu. Mereka nggak bisa mengenali semua orang yang sama persis di kehidupan saya.  Mereka nggak bisa menjadi bagian dari sesuatu yang saya punya tapi mereka nggak punya. Mereka nggak bisa memiliki seseorang yang pernah menjadi suatu bagian dari diri saya sendiri.

Saya Bangga. Mempunyai diri saya sendiri, meskipun saya memiliki beberapa kekurangan. Karena nggak semua orang sempurna. Nggak ada yang sempurna. tapi bagi saya, kelebihan yang saya punya ini udah cukup. saya bisa mengembangkannya sendiri kok, asal saya mau. Tapi sayangnya ada beberapa hal yang saya nggak suka dari diri saya sendiri, saya rasa nggak perlu saya sebutin disini.

Saya Bangga. bisa mengenal kamu lebih dalam dari mereka semua yang mengenal kamu. Mereka hanya kenal nama kamu. Saya? Saya bisa mengenal semua yang ada didalam diri kamu. Lumayan banyak sih, dan mungkin itu bukan semuanya. Tapi saya tetep bangga. Kenal separuh bagian dari diri kamu ketika saya bersama kamu. Mereka nggak bisa merasakan itu.

Saya Bangga. bisa menempati sekolah favorit dikota tempat tinggal saya, dimana nggak semua orang bisa merasakan itu dan hanya orang terpilih aja yang bisa ngerasain. Nggak semua dari mereka merasakan apa yang saya rasakan ini, jadi saya cukup bangga.

Saya bangga. punya teman-teman seperti kalian, meskipun kalian tak pernah bangga memiliki teman seperti saya. Meskipun kalian egois, saya bangga punya teman-teman seperti kalian. Kalian yang bisa merubah posisi kalian itu. Dari jahat jadi baik, atau semacamnya lah, yang menurut saya nggak bisa saya yang bisa jelasin.

Saya bangga. punya keluarga kedua, yang menurut kalian itu cuma estrakulikuler. Tapi bagi saya itu keluarga kedua saya. Yang ngehibur saya kalo saya lagi ada masalah sama siapapun itu. Yang buat saya ketawa-ketiwi setiap pulang sekolah dengan candaan anggotanya.

Saya bangga. Sering disuruh push-up sama keluarga kedua saya. Karena mereka ngajarin saya disiplin. Mereka juga yang ngajarin saya buat sabar dan nggak nyerah kalo lagi ada masalah. mereka nggak bisa ngerasa kedudukan keluarga kedua dimata saya itu sama dibandingkan sisi pandang kalian.

Saya cukup bangga. punya kedudukan dikelas, meskipun cuma sebagai sekretaris kelas saya. Saya bangga karena nggak semua bagian dari mereka bisa jadi sekretaris kelas, seperti apa yang saya rasakan sekarang ini. Saya bangga karena guru bisa kenal sama saya, tapi bukan berarti saya pengen eksis, nggak kok. saya cuma pengen kenal lebih dalam sama sifat-sifat guru saya yang ngajarin saya disekolah.

Saya lumayan bangga, bisa dapet juara 3 se kecamatan di lomba karya guna. Kenapa? Karena saya mikir, ternyata saya masih bisa membanggakan keluarga-kedua saya itu. Meskipun cuma juara 3, saya tetep bangga kok.

Saya juga sangat amat bangga, bisa kenal Dia. Dia yang nggak pernah mementingkan egonya dan lebih mementingkan diri saya. Dia yang selalu sayang sama saya. Apapun itu keadaannya. Meskipun sekarang saya nggak tau dia pergi kemana.

1/28/2012 - No comments

3 Hari Bersama Bu Dosen

Hai guys! Gue mau cerita nih. Pengalaman gue sama bu Dosen yang sempet nginep dirumah gue waktu itu. Pas 1 Minggu yang lalu hahaha. Oke lupakan.

Hari pertama bu Dosen ke rumah gue ini nggak surem surem amat ya. Paginya gue tinggal sekolah. Siangnya bu Dosen nggak tau kemana, malemnya!

Gue ngobrol sama bu Dosen tentang kabar dia disana, gimana beasiswanya. S berapa dan blablablanya. Tapi nggak lama kemudian si Pipit pacar gue nelfon mhuaheuheuahauheauehau. Akhirnya gue sama bu Dosen selesai tuh ngobrolnya, gue telfonan sama pipit. Abis itu yang bikin surprisednya lagi. Bisa ya anak SMP sekamar sama dosen! bhuahahaha gue senengnya nggak ketolongan tuh, sampe besoknya gue bela-belain buat pulang cepet dan agak gusar gitu sama keluarga kedua gue, pramuka. Scouting, The Best Extraculicular I've ever joined. yaudah gue langsung cabut dari pramuka kan. gue pulang. dan bu Dosen lagi dirumah sodaranya. Kebetulan gue tau rumah sodaranya mhuehauehauh :p jadi gue kesono dan nanyain dia mau balik jam berapa nginep atau gimana dan blablanya.

Hari ketiga. Hari Hnya si bu Dosen pulang. Tapi siangnya, gue les selama 4 jam sama bu dosen. dan lo tau? selama 4 jam itu lesnya cuma ngobrol sambil ngerjain soal atau event apapun yang menurut gue sama sekali nggak penting untuk diadakan di diskusi belajar Matematika. Contohnya aja. Belajar Fisika, lalu yang diomongin rangka manusia. Itu nggak nyambung kan? Oke ini lebih nggak nyambung dari tema gue yang tadi. back ke tema. Gue belajar matematika sama bu Dosen. Ngomongin sin, kos, lalu lama-lama jadi nyamper ke ugm yang menurut gue nggak ada sangkut pautnya sama matematika, karena yang diomongin ugmnya itu, bukan sin dan kosnya. hahaha makin nggak nyambung.

Lo tau, selama les sama bu Dosen, yang tadinya gue nggak ngeh apa-apa tentang matematika, gue langsung berjiwa pelangi terhadap pelajaran Matematika yang tadinya menurut gue lumayan enak dan lumayan ngeselin. Ehm, jiwa pelangi gue jadi keluar. Gue jadi doyan matematika dan gue jadi tau logikanya pelajaran matematika. Hitung-hitungan, yang menurut gue itu selayaknya benang ruet yang entah kenapa.

Malemnya, bu Dosen pulang ke rumahnya. Dan gue dikasih ilmu yang banyak selama 3 hari itu. Tentang masuk universitas, tentang matematika, tentang pertanian, tentang makanan, tentang apapun itu yang bermanfaat.

Thanks yaaa bu Dosen buat 3 harinya! :D

1/28/2012 - No comments

Saya? Dia- Kamu - Dia


Dia, makhluk yang saya sayangi sepanjang masa meskipun saya punya rasa untuk kamu. Kamu nggak pernah tahu kalo saya sayang sama kamu. Tetapi dia, meskipun sekarang saya nggak tau dia dimana, saya tetap punya posisi dihatinya dia. Tapi bukan posisi yang sama seperti dulu.

Saya. Saya tulus sayang sama kamu. Tapi kamu selalu mentingin ego-mu, dan akhirnya terjadi argumen yang menurut saya tidak ada artinya.

Kamu. Kamu yang disana, yang selalu mementingkan ego-mu. Saya sayang sama kamu, meskipun kamu ngeliat saya dengan rautan tatap benci, tapi saya tetep sayang sama kamu. Apalagi kalo saya liat mata kamu. Saya tau, didalamnya terdapat sorot mata kebencian.

Dia. Dia yang lebih mementingkan saya ketimbamg egonya, saya lebih sayang sama dia. Dia ngorbanin apapun buat saya. Tapi dia menghilang, dan sebagai penggantinya, kamu. Saya sayang sama kamu.

Dia. Saya udah mencoba buat menghapus dia dan mengunci hati saya dalam dalam untuk kamu. Tapi dia tetep ada dihati saya. Meskipun saya lagi suka sama siapapun.

Dia. Menghilang 3 tahun yang lalu, sampai sekarang saya nggak tahu dia dimana. Tapi, kamu udah berhasil membuat saya merasa mendapat pengganti dia. Meskipun bukan dengan makhluk yang sama dan sifat yang sama.

Dia. Saya selalu sayang sama dia. Melebihi kamu. Melebihi sayang saya sama kamu. Dia hebat. 3 tahun menghilang tapi masih mendapat posisi yang sama dihati saya daripada kamu. Yang sejenak kamu tinggal aku langsung panik. Dia sudah meninggalkanku sejak 3 tahun yang lalu, aku tetap tenang.

Kalian. Saya sangat amat sayang kalian, setara dengan sayang saya sama orang tua saya. Tapi sampe sekarang kalian menempati posisi yang sama kok.

Makasih ya kalian udah hadir di hidup saya. Membuat kehidupan saya menjadi absurd begini, tapi tenang. Kalian adalah orang orang yang paling saya sayang dihati saya.

Saturday, January 21, 2012

1/21/2012 - No comments

Thank u, Darl!

Ingin memposting cerpen lagi ya mhueheu. sekaligus mumpung ada inspirasi. hahah. Give your comment pls :D selalu menerima apa yang kalian comment-kan kok :) gue gatau nih kalo ujungnya ini jadi cerbung buakakak. yaudah ah, gausah lama lama basa basinya, lets check it out!

Butiran kecil dari langit mulai turun perlahan-lahan. Saat itu Clara dan Hennry masih ada di dalam toko buku dan bergegas melangkah keluar ingin pulang. Ketika didapatinya pintu keluar, Clara dan Hennry langsung menuju depan mall untuk menunggu angkutan umum.

"Dingin nih." tukasnya sekilas.
"Pake jaket aku aja." tukas Hennry, sambil melepaskan jaketnya dan menaruhnya di badan Clara.

Angkutan umum yang ditunggu-tunggu itupun telah datang. Clara dan Hennry bergegas menaiki angkutan umum tersebut dan melangkah pergi.

***
"Aku sakit. Mual." ujar Clara ketika Hennry menanyakan keadaannya.
"Cepet sembuh ya. Liburannya udah mau selesai nih." Hennry menjawab.

Kringgg......kring.... beberapa lama kemudian bel didepan rumah Clara berbunyi.
"Sabar."
Clara bergegas pergi ke arah pintu dan didapatinya Hennry disitu.
"Kamuuuuu............" tiba tiba Hennry sontak memeluk Clara.
"Kamu  kenapa? nggak biasanya dateng langsung meluk." ujar Clara, heran dengan apa yang dilakukan oleh Hennry.
"Nggak apa-apa. Ikut aku yuk!" ujar Hennry sambil mengulaskan senyum lemahnya.

Clara hanya menuruti Hennry saja. bingung dengan apa yang akan dilakukan hennry.
"Ini buat kamu.... Bacanya dirumah aja,ya." ujar Hennry singkat, menyerahkan buku yang sangat amat dibeli Clara. Buku Mitologi Yunani. dan dihalaman paling belakang terselip surat kecil dan foto mereka berdua, akan tetapi Hennry tidak mengatakannya.

"Iya, makasih ya. You're the best boyfriend I've ever had." jawab Clara sambil mengulaskan senyum kecil yang mengembang dibibirnya.

"Kamu udah sembuh? Atau masih sakit?" ujar Hennry
"udah mendingan kok,ehehe."

Tiba tiba Hennry mengecup kening Clara dan berbisik kecil di telinganya.
"Aku sayang kamu. You're the best girl friend I've ever had,too."

lalu, Hennry mengantar Clara pulang kerumahnya, lalu memberikan satu hadiah lagi. Buku kecil untuk mencatat apasaja. dan dibaliknya pun, ia menulis..

"Maafin aku ya ninggalin kamu. Maaaf yang sangat amat maaaf. Thank u,Darl! buat semuanya."

***

Keesokan harinya, Hennry sudah tak sadarkan diri. Orangtuanya segera membawanya ke Rumah Sakit terdekat.

"maaf bu, saya tidak dapat menolong anda..... Anak ibu meninggal dunia... Terserang Leukimia." tukas dokter itu dengan nada sedih.

"Leuk.....kimia.." ujar adik Hennry.
"Iya, sudah 4 bulan yang lalu ia terkena leukimia." ujar mama Hennry sedih.

mama Hennry bergegas mengabari Clara soal ini.

"Hen............hen................ry.............................men...ing.....gal?" Clara kaget.
"i..i...ya....."
"Ke....kenapa?"
"Leuk....kimia......... sejak 4 bulan yang lalu. emang kamu nggak tau?"
"N.gg...ak."

Clara langsung membuka buku kecil yang diberikan Hennry, dan langsung membuka halaman terakhir bagian buku itu. Lalu, Clara membuka buku Mitologi Yunani yang diberikan Hennry, lalu terjatuh 1 amplop dan foto mereka. Clara menangis. Terkesiap.

Jasad Hennry dikuburkan. Clara menatap dalam dalam jasad Hennry.
"hennry, aku mau ngucapin sesuatu untuk kamu. Aku sayang kamu. you're the best. Thank u,Darl! for everything we do.. Aku juga sayang kamu. makasih udah kecup kening aku semalem, meskipun aku nggak ngerti apa artinya itusemua.............. Makasih,ya............Thank u,Darl!" batin Clara dalam hati.

"Thank u,Darl! For everything we do." desisnya lirih, mengeluarkan semua tenaganya untuk mengatakan itu dihadapan makam Hennry.

Wednesday, January 18, 2012

1/18/2012 - No comments

Nilai Jelek dan Talenta

Hai guys. posting kedua nih.

gue mau nanya sama kalian.  pernah nggak dapet nilai jelek? terus ngerasa bego? lo salah men. kalo nilai jelek, jangan pernah ngerasa bodoh. lo tau? Orang nyari kerja nggak pernah liat nilainya, tapi kemampuan.

Kalo lo dapet nilai jelek sesekali, lo jangan berfikir bahwa lo adalah orang bego. nah, itu salah. sangat amat sangat salah. lo harus mikir "oh kenapa nilai gue gini? gue kurang belajar kali ya." 

Pertama, kalo lo dapet nilai jelek, lo harus introspeksi diri. kira kira apasih yang bikin nilai lo jeblok? kedua. jangan langsung lo salahin yang ngasih nilai terus mikir "ah pelit nilai nih" lo mikirnya jangan kaya gitu. karena, sedablek dableknya orang mikir pasti ujungnya introspeksi. nggak mungkin nggak. 

Dan lo tau? nilai jelek bukan simbol kebodohan. bisa aja didalam otak lo punya talenta, kemampuan, bakat dengan potensial yang tinggi. amat sangat tinggi. nah, kalo lo udah tau kaya gitu, jangan sampe tuh bakat atau talenta atau segala macemnya lah lo umpetin. siapatau bakat itu bakalan kepake suatu saat nanti. Jangan langsung lo pendem gitu aja. latih kemampuan lo. latih bakat lo. sampe lo bener bener ngerasa percaya diri bahwa lo punya potensi kuat didalam diri lo.

Oke, back to nilai jelek. Kalo lo dapet nilai jelek, jangan langsung pasrah. coba baik baik , tenang tenang lo pikirin apa sebabnya. kalo misalnya emang lo nggak menonjol di pelajaran itu, cobadeh, lo minta tolong siapapun buat bantuin lo. buat melatih lo. supaya yang tadinya lo lemah di mapel itu, sekarang lo jadi bisa. tapi bisa bukan berarti sombong guys, karena suatu saat kepintaran atau bakat atau apapun yang ada didalam diri lo bakalan diambil sama yang diatas.

Nilai jelek. emang sih begitu ngaruh. ngaruh banget, pekat. yang tadinya si anak itu suka banget sama matematika, cinta banget sama matematika, tapi begitu dapet nilai jelek langsung drop dan gasuka lagi. lo jangan gitu ya guys. tetap semangat meski nilai lo jelek. belajar yang rajin.

inget inget nih. Nilai jelek nggak menandakan seseorang itu bodoh.

Oke guys, segini aja postingan gue. happy reading guys^^

1/18/2012 - No comments

Kepercayaan

Pahit. Sakit. Kelam. Pedih, yang seolah menerpa perasaan Varissa. Entah apa yang dirasakannya sejak argumen hebat dengan kakak kelasnya, Irfan terjadi. Kelam. Pedih. sakit. sakit yang amat amat sangat sakit.

"Var, maafin gue ya udah bohongin elo. Maaf banget. denger du..." sahut Irfan ketika Varissa mengetahui bahwa ia membohonginya. namun tak lama, jeritan varissa terdengar histeris.
"Nggak mau! gue benci lo. benci."
"Var....."
"Gue nggak mau denger apa apa dari lo!"

Varissa pun berjalan lunglai dari tempat yang dipijaknya. Rumah Irfan. yang sepi, entah kemana orang tuanya berada. Varissa pulang, tetapi sebelumnya ia menelfon Tari, teman sebangkunya.

"Tar. gue bisa kerumah lo nggak?" ujar Varissa singkat begitu Tari mengangkat telefon. belum sampai Tari mengucapkan salam pembuka untuk telfonya, Varissa langsung saja bertanya begitu.

"Iya yaudah deh. kenapasih?" ujar tari dengan nada bertanya.

"Nggak, nggak apa apa kok. Nanti gue ceritain deh kalo udah sampe rumah lo."

"oke."

Sambungan telefon terputus. Varissa langsung beranjak pergi dari depan rumah Irfan. sampai di depan rumah Tari, mama Tari melihat Varissa dengan pandangan bertanya.

"lho, var? kamu kenapa?" ujar mama Tari. Tak mengerti apa yang telah terjadi sebenarnya.

"nggak apa apa,Tan. Tarinya ada?" ujar Varissa lirih. berjuang dengan sekuat tenaga untuk berbicara meskipun ia tau ia akan terjerumus dalam emosinya.

"Oh iya, ada. masuk, masuk." ujar mama tari sambil mengiringi Varissa masuk.

"var, lo kenapa? Cerita ke gue dong."

"nnggg, itu kak Irfan...." ujar Varissa singkat dengan lirih. suaranya seakan tak terdengar.

Setelah argumen hebat itu Varissa hanya bisa terdiam. Menyadari bahwa itu sebenarnya yang terjadi. tak bisa lari ataupun pergi karena itulah kenyataannya.

"Kak Irfan kenapa?" ujar tari dengan sangat berhati hati.

"Dia bohongin gue....... se....benernya.... dia itu ngg......nggak suka..... sama gue." ujar Varissa, tetap dengan suara lirihnya, seakan mencoba bertahan untuk menjawab pertanyaan Tari itu.

"Serius lo,Var?" Tari kaget seketika. mengatupkan rahang yang tadinya terbuka. Terkesiap. terkesima. Tidak percaya.

"Serius.." varissa menjawab pertanyaan terakhir itu dengan suara lirih.

"Pasti ada alasannya,Var. nggak mungkin dia tega....." ujar Tari membela.

"nggak. gue sama dia ending! titik."

Contoh cuplikan cerita diatas itu menandakan bahwa kalo orang udah percaya terus dikhianati itu sakit. sangat sakit. Kepercayaan cuma tumbuh sekali. lo inget inget nih yang baca. cuma numbuh sekali. kalo sekalinya tuh kepercayaan numbuh lagi, gue yakin nggak akan sama percayanya. pasti udah beda. dan gue yakin, si pencerita rahasia itu pasti harus ekstra hati hati buat nyurahin perasaannya ke orang yang sama meskipun 2 kali.

Kepercayaan. dimana orang mempercayai seseorang untuk melakukan sesuatu, atau bisa juga menyimpan sesuatu, namun bisa juga mempertanggung jawabkan sesuatu.

yang dikasih kepercayaan ya guys, jangan ngerusak kepercayaan itu. Karena begitu lo rusak, belum tentu kepercayaan yang sama dari orang yang sama bakalan dateng. nggak. lo salah besar. sekalinya orang itu udah lo khianatin, pasti mereka juga berusaha hati hati buat ngepercayain lo lagi, dalam suatu hal. apapun itu. rahasia terkecil sekalipun.

Dan kepercayaan Varissa terhadap Irfan dirusak oleh dirinya sendiri, karena ngebohongin Varissa. nah, guys, lo kalo udah dikasih kepercayaan sama orang, untuk apapun itu, jangan coba coba lo bohong atau nyembunyiin sesuatu. karena pasti orang itu nggak akan ngasih kepercayaan lo lagi.

Gue harap, kalian bisa dipercaya sama orang orang yang disekitar lo ya guys. jangan coba coba bohong ataupun ngelak kalau ada kesalahan, karena kepercayaan itu nggak akan pernah adalagi, kalaupun ada, nggak akan sama.

Oke guys. segini ya postingan gue. keep reading, semoga manfaat^^

Saturday, January 14, 2012

1/14/2012 - No comments

Harta nggak menjamin kebahagiaan.

Kenapa judulnya ini, mau tau? emang iya, harta itu nggak menjamin kebahagiaan. abis baca novelnya Esti kinansih, yang trilogi jingga, yang judulnya Jingga dalam Elegi. buat kelima kalinya gue baca novel itu. gue resapin dalam dalam. gue mulai ngerti. hati gue mulai ngerti. tapi emang dari dulu gue udah ngerti sih. harta itu nggak ngejamin lo bahagia. lo tau gue bilang itu kenapa? karena salah satu tokoh di novelnya tante Esti itu, yang jadi Ari, dia selalu punya duit. sedangkan dia sendiri cuma bisa tersenyum samar, bener bener samar. dan lo tau di ending buku keduanya? masih bersambung. emang. dia punya rahasia banyak. dia tertekan. dia kepisah keluarganya selama 10 taun dan itu ngebuat dia ngilangin sifat aslinya.

Punya duit, punya kekayaan itu nggak menjamin lo bahagia,guys!