Friday, August 17, 2012

a Piece of Hope


hahaha
Semu. nyata. terlihat dengan jelas.
Semuanya terasa seperti angin yang tak kunjung berhenti.
Semuanya terasa seperti hujan yang takkan pernah reda.
Semuanya, terasa seperti angan, namun nyata.

Harapan. Semu. tidak terlihat. nyata.
Harapan. Terlalu bodoh untuk mengharapkan semuanya.
Terlalu bodoh untuk mengucap kata iya dan setelahnya, dibiarkan begitu saja.

Bodoh.
Saya menggantungkan harapan besar itu sama mereka.
Tapi, mereka merusaknya. hingga harapan indah yang saya impi-impikan sekarang hanyalah menjadi puing puing abu yang tak berharga.
Mereka membuat sekeping harapan yang sangat berharga, menjadi setetes sabun.
Mereka merusaknya!
Saya benci.

Mereka terlalu pintar untuk merusak hidup seseorang.
mereka tidak pernah bodoh untuk melakukannya.
Hingga akhirnya, harapan-harapan yang selalu diharapkan akan terjadi, mulai sirna karna mereka mengubah -kita- menjadi sesuatu yang baru.

apa saya terlampau bodoh sehingga mereka mampu menembusnya dan menghancurkan harapan kokoh yang selalu saya tulis dibalik buku catatan saya.
Apa saya terlampau tolol sehingga mereka mampu membohongi saya dan menghancurkan harapan kokoh saya?

Ah, entahlah.
Mereka menghancurkan semuanya.
Saya -benci- mereka.
Untuk saat ini.

Monday, August 13, 2012

Fake-Raising Hope


Ketika seulas semburatan senyum yang tulus muncul.
Ketika itupula seulas harapan muncul.
Muncul,muncul,muncul dan akhirnya hilang ditelan angin.
Muncul,muncul,muncul dan ternyata semuanya adalah harapan semu.
Datang,datang,datang dan akhirnya semuanya pergi begitu saja.
Tanpa memberikan kesan apapun.

Jujur, hampa terasa tanpa kamu.
Jujur, sepi terasa tanpa adanya kamu.
Hanya saja, saya yang selalu berfikir semuanya akan pergi begitu saja.


Pertama kali. bukan pertama kalinya saya merasa kehilangan.
Pertama kali, tapi, bukan pertama kalinya saya merasa hampa.
Saya sering merasakannya, hingga akhirnya........
Semua perasaan hampa itu hilang dan kembali normal.

Kamu. yang selalu membuat saya memandang langit yang diciptakan terasa lebih indah.
Kamu. yang selalu membuat saya memandang cerahnya hari di pagi buta.
Kamu. yang selalu membuat saya berhenti mengenang yang tak perlu dikenang.
Kamu. yang  membuat hari-hari saya diwarnai.
Entah apapun warnanya, entah bagaimana jeleknya dan kucelnya warna itu, saya tetap butuh.
Saya tetap butuh warna itu.

Sejelek apapun warna itu.
Sekucel apapun warna itu.
Saya butuh warna itu.

8/13/2012 - No comments

KAFLA!


Kafla. more than perfect. They're too perfect. I love KAFLA. Absolutely, I really-really love KAFLA.

8/13/2012 - No comments

Happy Scout Day!

Happy Scout Day! I'm so proud of being a scout. Banyak yang gue dapet dari pramuka.
banyak temen, banyak komunitas, mereka keluarga gue  pokoknya untuk pramuka indonesia, semoga kedepannya lebih maju, amiiiin.


Sunday, August 5, 2012

When It Will Be Finish?


Percaya lah, disetiap masalah pasti ada jalan keluar.
Entah sampai kapan aku akan mengejar jalan keluar yang tak kunjung habis.
Entah sampai kapan aku akan meraih semuanya kembali.
Entah sampai kapan aku akan menyembunyikannya.
Tidak, bukan karena saya takut untuk berbicara dan menyatakan semuanya, hanya saja ini belum tepat.

Saya akan berhenti mempercayai jalan keluar ketika saya sudah terlalu lelah untuk mengikuti permainan didalam masalah.
Saya akan berhenti mempercayai impian bodoh yang mungkin akan terkabul ketika saya sudah berusaha maksimal dan hasilnya,nihil.
Saya akan berhenti menyembunyikan semuanya sampai saatnya tiba.
Hanya saja, apakah saya sanggup?

Tidak. Saya terlalu lelah untuk berlari sendiri.
Saya terlalu bosan untuk menyembunyikan semuanya sendiri.
Saya mau menyampaikan dan menjelaskan, setelah itu, terserah kalian.

Takkan pernah ada jalan keluar jika diiringi hati yang sedang emosi.
Takkan pernah ada kesepakatan diantara kita tanpa kepala dingin.
Takkan pernah ada jalan keluar jika saya terus berlari dan berlari.

Kalian tau? Saya hanya ingin berbicara dan menyampaikan semuanya, setelah itu? Terserah kalian.

Friday, August 3, 2012

Would They Change For Us?


Mereka membuat saya jengkel.
Mereka membuat saya pesimis.
Mereka membuat saya sakit.
Mereka membuat saya kesepian.


Akankah mereka mencaci maki saya karena hal-hal bodoh yang pernah kami lakukan?
Akankah mereka membuat fondasi hubungan saya dengan mereka menjadi lebih kuat?
Mereka takkan pernah melakukannya selama mereka tak mau untuk melakukannya.
Mereka takkan pernah melakukannya, untuk siapapun maupun untuk saya.
Mereka takkan pernah melakukannya, secara inisiatif maupun dipaksa.
Mereka takkan pernah melakukannya meskipun diancam apapun.
Mereka takkan pernah mau melakukannya jika mereka egois.

Mereka enggan.
Mereka malu.
Mereka jijik.

Mempunyai teman dengan segenap kebodohan dan kelebihan yang menurut mereka nggak banget.
Mempunyai teman dengan segenap kekayaan maupun kemiskinan yang menurut mereka nggak.
Mereka enggan.

Dan mereka takkan pernah tahu.
Lagipula, mereka enggan untuk perduli.
Dan akibatnya? 
Kami sakit. We're broken.

Jar Of Love


Ketika hati yang patah mulai mengeluarkan sinarnya..
Ketika hati yang patah mulai menemukan cinta sejatinya..
Semua akan terasa berbeda.
Sangat amat berbeda.

Ketika hati yang pernah patah mulai diperbaiki...
Ketika hati yang pernah patah mulai dilihat...
Saat itupula, saya, dengan segala sisi kekurangan yang pernah ada, mulai melihat kamu.
Bukan, bukan kamu yang pernah mematahkan hati saya.

Ketika hati yang patah mulai ditutupi canda..
Ketika hati yang patah mulai ditutupi tawa..
Saat itu pula, saya, dengan segala ini dan itu saya melihat kamu.
Bahwa sebenarnya saya yang salah. Saya yang selalu melihat sisi kekurangan-mu.

Ketika hati yang patah mulai berbunga...
Ketika hati yang patah mulai merasakan cinta..
Saat itu juga, saya menyadari. Saya melihat kamu, bukan sebagai siapapun.
Saya melihat kamu sebagai lelaki, bukan sahabat ataupun teman yang layaknya dijadikan musuh.

Ketika hati yang berbunga perlahan mulai retak........
Ketika hati yang berbunga juga mulai gugur.........
Saat itu juga, saya berharap. Kamu bertahan dengan saya.

Dan akhirnya, kamu pergi. Membuat saya dengan hati yang penuh luka.
Membuat saya memandang kamu sebagai kamu yang berbeda.
Kamu yang takkan pernah lagi sama.
Kamu yang selalu membuat saya tersenyum bosan.
Kamu yang selalu membuat saya tersenyum kelam.
Kamu juga yang selalu membuat saya tersenyum layaknya seorang putri mahkota.

Hingga akhirnya, saya mulai merasakan perasaan itu lagi. lagi,lagi dan lagi.
Hingga akhirnya, rasa ini benar-benar tumbuh seiring berjalannya waktu.
Hingga akhirnya, rasa ini benar-benar kuat dan tidak dapat ditutupi.
Hingga akhirnya, luka ini tertutup dengan rapat dan rapih, seolah tak pernah ada luka.
Hingga akhirnya, hati ini benar-benar berbunga.

Meskipun, saya tahu. Luka ini akan selalu mengaga lebar.
Meskipun, saya tahu. Luka ini takkan pernah tertutup.
Tapi, saya menyangkalnya. Saya akan berusaha. untuk menutupinya.

Dan mulai lagi melihat kamu,kamu,kamu dan kamu.
Kamu, makhluk yang sama. yang saya pandang indah sepanjang masa.

Dan.............................akhirnya..............
Luka ini berhasil kamu tutup dengan cara membuatku tersenyum.
Luka ini berhasil kamu obati dengan cara membuatku senang.
Luka ini berhasil kamu jahit dengan cara mengerti diriku.
Luka ini berhasil menjadi bunga dengan caramu membuatku tersenyum, sedih, atau senang.
Senyum kelam.

Thursday, August 2, 2012

I actually hope....for this.



1. I want to buy this on My Birthday.


 

2. Meet this person self by self.


3. Buy this in my birthday.

4. Got my phone back,now!-_-v


5. Go to this city.


6. Mom, I really really want to go this.


6. Have a good score for a National Exam 2013.


7. Watching Dance Again World Tour in Philliphines :"


8. Buy iPod Touch.


9. Go to this city. Miami,FL.

 

10. Meet this people self by self and...... buy the Macbook Air :3