Friday, April 6, 2012

Nobody know.

Ngga ada yang tau dan mungkin ngga akan ada yang pernah tau rasanya jadi gue. Gue beruntung punya diri gue. gue yang selalu disakitin sama orang-orang, dikejar-kejar ketika butuh, sisanya dibuang layaknya sampah. Gue beruntung jadi makhluk seperti itu karena gue bisa mengenal apa itu kata sakit, apa itu kata disayang maupun menyayang. Gue beruntung karena gue di didik untuk bangun dari jatoh yang semakin jatoh, yang menurut gue nggak semua orang bisa bangun dan hebatnya gue bisa bangun.

Sakit. emang sakit. Dan nggak ada yang tau, mungkin mengerti, lebih tepatnya gue menekankan kata mengerti. Nggak ada yang perduli..

Gue bahagia. Ketika gue merasa seperti itu, nggak ada yang tau, mengerti dan perduli dan dengan semena-mena mereka menghancurkan sekejap kebahagiaan gue. tiap detik dan menit yang berlalu secara cepat untuk merasakan senangnya gue hari itu, detik itu, saat itu dan menit itu. mereka dengan semena-mena menghancurkan kebahagiaan gue. inget, bukan kesenangan gue, tapi kebahagiaan gue.

Gue sakit, ketika gue merasa jatoh. Nggak ada yang tau, yang mengerti dan perduli kapan gue jatoh. satu satunya yang perduli cuman gue, dan mereka makin menghancurkan kejatohan gue itu. Entah siapapun. Mereka malah bikin gue jatoh, dan semena-mena menghancurkan mood gue yang mungkin masih 5%nya utuh.

And, Nobody know........now...I'm...............
No. Forget it.

0 comments:

Post a Comment