Wednesday, January 18, 2017

Bullying


Today, I'd like to write the first article about my session of opinion, it's about bullying, the things that people talk about since years ago. Let me tell you a glance about bullying from my point of view. 

What is bullying?

Bullying(verb) is derived from the word bully which means the use of violence to another people. It can be from a person to a person, or a group to a person.

What is the effect of bullying?

Based on my opinion, it's the effect of bullying
1. People who gets bullied tend to feel that they are nothing - which means that bullying can decrease people's confidence. They will feel that nobody loves them and they will also feel that they are not good enough to be loved. It will lead to physical harmful. They will do cutting and another things in order to make them feel better. There are also many victims that try to kill themselves in order to feel better.

2. People who gets bullied usually will have mental health problems - which means that bullying can causing someone to anorexia (fear of being fat), PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) and social anxiety (fear of being in social life). Believe me, its so so so damn hurtful. Imagine that you feel it by yourself, you will feel bad (i know some people would like to say, "Ah, please don't seek for attention") well, man, it's not that easy. if they have a social anxiety

3. People who gets bullied will consume drugs to make them feel better - which means, every single thing that people tell about them is hurtful. They will think if there are things that can make them feel better out there. At first they may smoke, drink, and consume drugs in order to run from reality, but, they will consume it continuously which is bad for their health.

My Opinion?

Well, bullying is so bad. I was imagined if I got bullied by many people - let's say a whole class or a whole school. I can't stand it right because its not easy even though I only imagine. Beside, I will feel that I am unworthy and I am the worst people in the world. I know maybe that's not true but I am thinking with the point of view as a victim. It will make me feel sad. and I think it should be stopped before it makes the victims feel the worse.


That's all about bullying + my opinion 'bout it.

See ya until my next post!

Vdy



Wednesday, January 11, 2017

1/11/2017 - No comments

Happy New Year.


Since it is 2017, I would like to write in english (not all of the post is in english, some will be in indonesian) because of,......... you know, the global era. The more you use english, the more it brings you to a better life. Well, my wishes for 2017 are :

1. I hope that 2017 will bring you all into a better life in every single aspect. (to all my readers, especially) I would like to wish you all with a lot of luck.

2. I would like to post some articles (it can be my opinions, my stories, and any other else) into this blog once in a week in order to make a 'life' in this blog.

3. I hope that every single people out there who are so lazy to move from bed (in Indonesia they call it as mager) I hope that doesn't happen anymore in 2017.



Well, happy reading from my blog!


P.S : The post about "bakat dan talenta" is actually draft from 2016 that I forgot to post.



Happy Reading;)

Vdy

1/11/2017 - No comments

Usaha dan Bakat

Usaha.
Bakat.
Usaha.
Bakat.

Apa ya yang lebih mendominasi? Usaha, atau bakat? Menurut para pakar, rasa rasanya usaha lebih mendominasi, terbebas dari skill apa yang dipunya. Menurut para pakar juga, bakat hanya mendukung 1(satu) hingga 3(tiga) persen kemampuan kita. Artinya, 97(sembilan puluh tujuh) persennya, usaha membantu kita mendapat kemampuan kita.

Usaha lebih mempengaruhi skill kita. Misalnya, ketika kita sedang minder karena nggak punya bakat, otak kita akan mencari tau, sebenernya, gue tuh bisa apa sih? dan kita akhirnya menemukan hal baru yang pada awalnya hanya dicoba-coba, namun setelah kita mencobanya, ternyata kita tahu bahwa itu, sesuatu yang kalian kerjakan, bisa membuahkan hasil. Selain itu, banyak lagi. Kira-kira, apa aja sih, output dari usaha?

Melahirkan Passion

Indeed, pastilah usaha melahirkan passion! Ya nggak sih? Dari awalnya kita bertanya-tanya, eh lama-lama kita jadi suka dan sadar kalo itu passion kita dan hal yang udah kita cari-cari sejak lama! Sejak lama kita menanti, eh taunya kita punya sesuatu yang spesial yang kita sendiri baru tau! Seru loh, mencari sesuatu yang pada akhirnya menjadi passion kita!

Mengasah Skill

Yaiyalah, dengan adanya usaha, skill kita bakal keasah! Misalnya, kita punya bakat gambar, terus kita nggak pernah ngegambar sama sekali, masa iya tiba-tiba skill kita udah secanggih Van Gogh? atau, kita punya bakat musik dan nggak pernah latihan, tetep aja kan, skill kita nggak bisa langsung sekeren Elvis Presley.


Yak. Sekian.




Thursday, November 3, 2016

11/03/2016 - No comments

Blog yang bermanfaat

Hmm........
Setelah kemunculan gue pada bulan April dan akhirnya gue tidak menulis lagi hingga detik ini.....
Gue sedang berfikir.......
Kira-kira, konten apa sih yang cocok untuk mengisi blog gue...... Blog yang bermanfaat gitu...

Artikel.......... Gue butuh brainstorming banget buat hal yang satu ini, kayaknya kurang cocok juga, mengubah diary jadi artikel2 yang ciamik gitu.
Tips............ Bisa sih........
Pembelajaran......... Oke juga.

Jadi, enaknya nulis apa ya buat blog gue?
Nulis kata-kata puitis?
Tips, tips apa?
Tutorial?
Review Make Up?

Hm.............
Entahlah, biarkan otak saya menemukan solusinya.

Thursday, April 21, 2016

4/21/2016 - No comments

HALOOOO

AKHIRNYAAAAA!! 

Setelah beberapa taun blog ini dibiarkan begitu saja karna berbagai kegiatan sok sibuk gue, akhirnya gue kembali blogging! YUHUUU.


Sebenernya banyak alasan kenapa gue sempet memutuskan untuk vakum ngeblog. 

1. Gue belum dapet topik menarik yang sanggup mengisi kekosongan blog gue--selain nulis keseharian gue. Agak aneh rasanya kalau setiap nulis artikel baru, gue malah jadi galau-galau sendiri saking nggak ada topiknya.

2. Dan bahkan, gue belum menemukan ide untuk nulis blog lagi setelah beberapa tahun nggak di update. Menulis itu sebenernya mudah, cuma yang susah dicari.......... idenya.

3. Apalagi ya? Nggak ada ide, dan lagi lagi alasan kedua, gue menuliskan nggak ada ide. Alasan ketiga... Gue juga mulai susah membagi waktu, antara gue ngoceh-ngoceh di blog yang.... nggak populer ini........ dan ya, sekolah. Management time gue hancur banget, hehehe.


Itu dulu mungkin kali ya buat pembukaan setelah vakum bertahun-tahun. Hehehe.


HAPPY READING, GUYS.


P.S : Sebagai blogger yang desperate.......... yaah, semoga aja ni tulisan ada yang baca. hehe. 

Friday, June 27, 2014

6/27/2014 - No comments

hola!

hai. gue kangen banget blog ini parah amburadul banget, dari kemaren mau ngepost belum semfat, huffy-huf.

jadi........
pertama gue mau mengucap syukur alhamdulillah, udah lulus UN, udah naik kelas 11, udah dapet sebagian semua yang gue cita-citakan(ada di postingan blog ini, tebak aja yang mana)
kedua gue mau mengucap "akhirnya liburan" dan "akhirnya bulan Ramadhan" setelah gue rasa seabad(mungkin lebay tapi gue ngerasa emang udah seabad, waktu jalannya cepet, kalah sama Running man(lupakan)) ..........

............... setelah gue rasa seabad isinya sekolah doang, tugas doang, begadang doang, ulangan doang, blablablabla yang bersifat doang. dan setelah seabad dunia gue isinya, makan-makan-makan dan makan mulu seolah tiada yang lebih penting drpd makanan. it's time to fasting!

ketiga.........
maafin nih, maafin (pede dikit) buat orang yang ngestalkin' blog gue mulu, ga ada apa-apa, biasanya isinya galau mulu. but fyi, gue males berbagi hal-hal galau, padahal gue nggak galau. ya mungkin nanti sekali-sekali gue bakalan posting yang galau, tapi tidak secetar membahana dulu ya, karna sekarang gue udah ga sibuk merhatiin cerita cinta orang-orang soalnya apa? soalnya gue kurang kerjaan juga kalo diliat-liat, dan ya you know, gue masih jomblo-jomblo aja dari dulu(udah seabad juga mungkin), bosen juga ngeliatin orang galauin pacarnya melulu, begitu-begitu aja.

keempat....

selamat bulan ramadhan dan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga berkah.

kelima.......

yaudah segitu dulu aja, gue lagi haus akan inspirasi cerita baru mumpung libur tapi gapunya inspirasi even if at the kamar mandi.

Saturday, September 28, 2013

9/28/2013 - No comments

(entah judulnya apa)

7 tahun yang lalu............

"Kamu harus jadi orang sukses. kamu harus bangkit. inget sama apa yang ibu bilang? orang sukses itu yang berhasil bangkit dari keterpurukan ketika nggak ada yang nyemangatin."

"mmm,iya bu...tapi.."

"Orang terbaik dihasilkan dari pengalaman pahit. Sama, semua orang sukses begitu. dulunya pasti pernah punya pengalaman pahit. dan mereka ngejadiin itu pelajaran, makanya mereka sukses."
 
Lagi-lagi. nasihat ibu membuatku menangis. teringat bahwa sampai sekarang aku belum memenuhi janjiku kepada ibu, menjadi orang sukses. aku belum membuktikan kepada ibu, bahwa aku akan menjadi apa yang dia banggakan. aku akan menjadi orang sukses seperti janjiku pada ibu dulu. Aku akan membuktikan, bahwa aku tak seburuk yang ayah pikirkan.  aku bukanlah anak manja seperti kata ayah. 

Aku masih memikirkannya. Kejadian 7 tahun yang lalu hingga sekarang. kejadian dimana ibu meninggal saat aku memenangkan olimpiade sains saat SMA kelas 3 itu. Andai ibu tidak ingin melihatku memegang medali kemenangan itu, ibu masih ada. aku masih belum mengikhlaskannya, aku sadar. Aku sering lupa bahwa aku harus bangkit dari keterpurukanku dan bukannya terus seperti ini.  

***

"Rat, gimana? kerjaannya lo terima nggak nih? cepetan, gue saranin. keburu diambil orang"  tiba-tiba Citra menyadarkanku dari lamunanku.

Well, sebenarnya pekerjaan yang diberikan citra, lebih tepatnya masih ditawarkan Citra, menyangkut cita-cita terbesarku. masa depanku yang kudambakan semenjak dahulu, semenjak ibu bercerita tentang suatu penulis hebat. Entah kebenarannya, pokoknya semenjak itu, aku ingin sekali menjadi penulis hebat, seperti yang ibu ceritakan dahulu.

"Mau kok." aku menjawab sekilas, kemudian aku terdiam.

Teringat kembali pada cerita-cerita ibu tentang orang sukses. teringat kembali pada cerita-cerita ibu tentang orang hebat yang bangkit dari masa-masa lalunya yang kelam. Tak terasa, tetesan air itu jatuh. Aku sadar, aku merindukan ibu, belum sepenuhnya merelakan kepergian ibu, karena ibu lah yang selalu ada disetiap aku membutuhkan semangat untuk bangkit. karena ibu lah yang selalu memberikan motivasi ketika aku jatuh. Karena ibu lah yang selalu memelukku ketika aku benar-benar muak akan kerasnya dunia.

"Rat, lo kenapa? Kok nangis?" tiba-tiba Citra memukul pelan bahuku.
 "Nggak kok. nggak apa-apa." Refleks, aku menghapus air mata itu dengan kasar.
"Kenapa?" Citra bertanya.
"Nggak, nggak kenapa-kenapa. Mulai kerjanya jadi kapan?" aku hanya terdiam, enggan menceritakannya. lebih tepatnya, malas untuk membuka cerita.
"Mulai minggu depan aja gimana? Jadi editor buku?" Citra menjawab dengan raut muka penasaran tentang air mata itu.
"Yaudah. minggu depan ya,Cit. Tenang aja, gue nggak kenapa-kenapa kok. Cuman lagi kangen aja sama seseorang." aku menjawab seadanya, kemudian menjawab raut muka Citra yang tampak keheranan, kemudian aku meninggalkan Citra yang terpaku ditempatnya dengan raut muka yang kebingungan.

***

3 tahun kemudian.

*bunyi telefon*
Aku melihat telefon genggamku, kemudian menekan tombol hijau.
"Iya, kenapa?" ujarku singkat. 
"Acara book signing nya kapan mau diadain mbak? Bukunya laris banget loh. Bahkan ada beberapa pembeli buku yang pengen banget buat ngelihat writernya langsung. "

Memang, waktu itu aku sempat menulis cerita singkat yang kemudian aku kembangkan menjadi sebuah buku, lebih tepatnya novel. Bermula dari menjadi editor, disana aku banyak belajar. belajar berdamai kemudian melepaskan masa laluku yang sebenarnya menyakitkan. aku belajar dari semuanya. bagaimana aku tumbuh sendiri tanpa ibu. kemudian aku menangis sambil tersenyum. Aku telah memenuhi janjiku kepada ibu, menjadi orang sukses. menjadi penulis terkenal. menjadi apa yang aku damba-dambakan. saat itu rasanya aku sadar, bahwa dibalik setiap fisik dan batin yang lelah, disana ada kesempatan besar dan pelajaran besar yang menanti. Saat itu aku sadar, bahwa aku tumbuh dengan semua sesak dihati yang akhirnya bisa kurelakan. Saat itu, aku hanya tersenyum. bangga bahwa aku bisa mewujudkan secara nyata mimpi ibu. Kemudian, ku ingat ibu yang sempat berkata,
    " Kamu akan jadi orang hebat,nak. Percaya sama talenta dan dirimu." 


"Kapan ya?Mmm, lusa aja gimana? Sabtu." Aku menjawab sambil tersenyum. Masih kaget akan semuanya.
"Yaudah mbak, saya tunggu ya Sabtu." lawan bicaraku menjawab.
"Oke." jawabku kemudian memutuskan percakapan telefon tersebut.

***

Sabtu siang.
Aku menelfon Citra.
"Cit, temenin gue ke book signing ya? Acara gue nih. elo harus ikut. kan dulu elo yang sering motivasi gue. the best banget dah lo." ujarku cepat, bahkan sebelum Citra sempat berkata 'halo' sebagaimana semestinya.

"Iya,Ratna!! Pasti kok. elo kan the best nya gue, masa iya, gue ngebiarin elo sukses tanpa gue? hehe" Citra langsung menjawab, mengabaikan kata halo yang terlupakan. 

"Oke." Aku menjawab singkat kemudian menutup telefon.

Citra tersenyum. bangga akan aku yang bisa bangkit. bangga akan aku yang sekarang bisa memotivasi diriku sendiri. Bagaimana aku tahu? dia the best part of aku.


***

"Belajar dari mana sih, mbak Ratna? kok bisa keren banget gini novelnya?" tanya salah seseorang pembeli buku pada acara book signing tersebut.
"Lebih tepatnya, belajar dari keterpurukan sih. Keterpurukan yang dulu, bisa bikin saya sesukses ini." Aku hanya tersenyum singkat.

***

Aku belajar banyak dari ibu. Ibu yang memotivasiku untuk mewujudkan mimpiku yang dulunya hanyalah angan-angan belaka. Ibu yang membuat semangatku bangkit ketika aku terpuruk, meskipun sebenarnya aku sadar, akulah yang sering menyakiti ibu. Akulah yang sering membantah ibu. Dia adalah ibu yang terbaik  yang pernah kupunya selama ini. Soal ayah, ayahku, ia meninggalkan ibu ketika aku lahir. Well, lupakan.

Kemudian,Citra. Citra yang berusaha memotivasiku setiap saat dan ia tak pernah lelah. ia yang selalu mengingatkanku akan mimpi-mimpi ibu terhadapku. ia yang selalu menenangkanku ketika aku sedih, sebagai pengganti ibu dulunya.

Aku sadar, banyak hal yang bisa kusimpulkan dari semua ini. kusimpulkan bahwa tidak semua hati yang tersiksa hanya menyisakan pedih dan luka. kusimpulkan bahwa tidak semua fisik yang lelah hanya menyisakan jejak tanpa bekas. kusimpulkan bahwa, jadi orang sukses itu butuh perjalanan panjang yang menguras hati, tenaga dan khususnya waktu. tetapi, usaha yang kita lakukan pasti akan selalu ada artinya, sekecil apapun itu. 

Terimakasih ibu dan Citra, aku belajar banyak dari kalian.

NB : hanya fiktif belaka.