Monday, September 24, 2012

What I'm Feeling..............(5)


Ayah-Bunda

Ayah, terimakasih. Tanpa cairan –sperma-mu mungkin aku takkan pernah menjadi janin di dalam perut ibu dan lahir menjadi anak kalian. Ibu, tanpa –ovum- dan tenagamu, mungkin aku takkan pernah menjadi bayi yang lahir secara sempurna.

Ayah, terimakasih. Tanpa butiran keringat yang engkau keluarkan setiap hari, mungkin aku takkan pernah mendapat sebutir nasi yang masuk kedalam mulutku setiap harinya.

Ibu,terimakasih. Tanpa –celoteh-bawel- mu setiap hari, mungkin aku takkan pernah menjadi aku yang sekarang.

Maafkan aku jika tutur kataku masih sering terdengar kasar.
Maafkan aku jika tutur kata “Ah” masih sering keluar ketika engkau menyuruhku melakukan sesuatu.
Maafkan aku jika sikap dan perilakuku sering membuat kalian kecewa, terutama Ayah.
Maafkan aku jika emosiku sering meluap  kepada kalian, aku belum bisa mengontrol emosiku dengan baik.
Maafkan aku jika kalian sering bertengkar karena aku penyebabnya.
Maafkan aku jika engkau,ibu sering mengeluarkan airmatanya ketika memikirkan aku.

Ibu, ayah.
Maafkan semua kelakuanku selama aku berada di bumi ini untuk 14 tahun dan entah lebih berapa bulan,detik maupun hari.

What I'm Feeling..........(4)


Untuk semua makhluk yang pernah hadir dalam hidupku.

Aku berterimakasih kepada kalian yang telah mengajarkan aku berbagai macam hal yang tak pernah ku ketahui,
Aku berterimakasih kepada kalian yang telah membuatku kuat dalam berbagai badai dan angin topan yang pernah aku lalui.
Aku berterimakasih kepada kalian yang telah membuatku jatuh ke dalam jurang kemarahan dan kesedihan, dan karnanya aku berhasil memanjat kembali keatas dan berdiri dengan tegar.

Berdiri sebagai anak perempuan ibu yang berusaha mandiri.
Berdiri sebagai anak perempuan ibu yang berusaha bangkit.
Berdiri sebagai anak perempuan ibu yang berusaha tegar.
Berdiri sebagai anak perempuan ibu yang berusaha kuat.

Berdiri sebagai putri kesayangan ayah yang kuat dan tegar.
Berdiri sebagai putri kesayangan ayah yang mencoba untuk tidak mengandalkan siapapun, meskipun akhirnya aku membutuhkan bantuan mereka.

Terimakasih, kalian yang pernah hadir di hidupku, siapapun itu, kesan apapun yang pernah ada dihidupku, akan aku ingat sampai kapanpun.

Akan aku tunjukkan kepada dunia bahwa aku bangga memiliki kalian.
Akan aku tunjukkan kepada dunia bahwa aku beruntung pernah mengenal kalian siapa.
Akan aku tunjukkan kepada dunia bahwa aku bahagia pernah mengenal baik kalian, dari ujung rambut hingga ujung kuku kakiku.

What I'm Feeling.........(3)


Aku sakit,
Teman, seperti yang kalian ketahui.
Mungkin menurut kalian aku sok pintar.
Mungkin menurut kalian aku adalah aku dengan segala kejelekanku.
Mungkin menurut kalian aku adalah aku tanpa kebaikan.
Tapi, aku ingin kalian tahu bagaimana rasanya jika dibilang sok pintar.
Aku sakit, tanpa kalian tahu.
Aku terluka, kalian tak mau tahu.
Aku terjatuh, kalian takkan pernah tahu.
Aku mati, mungkin kalian takkan pernah perduli.

Aku ingin kalian tahu satu hal,teman.
Aku sayang kalian, tak pernah memikirkan apa yang kalian katakan tentangku.
Aku sayang kalian, tak pernah memikirkan apa yang kalian ingin ambil dariku.
Aku sayang kalian, tak pernah melihat sisi kejelekan kalian,sedikitpun.
Meskipun aku tahu, kalian –nggak- pernah sayang sama aku.

What I'm Feeling.............(2)


Tulang belikat-ku.
Maafkan aku, jika banyak tutur kataku yang menyakiti dirimu.
Maafkan aku, jika banyak tingkah lakuku yang menyakiti kamu.
Maafkan aku, apabila canda-dan-tawa yang pernah kita lalui bersama sering terlihat keterlaluan.
Terimakasih untuk sekian tahun kau telah menjadi tulang belikatku.
Terimakasih untuk sekian tahun yang pernah kita lalui bersama.
Terimakasih untuk semua canda dan tawa yang pernah kita hadapi bersama.
Terimakasih untuk semua momen yang membuatku lupa akan rasa sepi yang selalu terasa pekat di dalam hati.
Terimakasih untuk semua tawa –jelek-mu yang hadir, tetapi itu membuatku sangat bahagia.
Terimakasih untuk semua –aib- yang pernah kita lakukan bersama, meskipun aku tahu semuanya tidak akan pernah terulang.

Karna kau telah tiada.
Karna kau telah berbeda dunia.
Karna kau, hidupku terasa lebih berwarna, berwarna warni.
Terimakasih,Tulang Belikatku!!

What I'm Feeling.............(1)


Teman, maaf.
Bukannya aku enggan berteman dengan kalian.
Bukannya aku ingin menjadi –sok- pintar.
Bukannya aku ingin  -sksd-  dengan kalian.
Aku hanya ingin mengenal kalian,
Meskipun sepatah kata sering menyakiti kalian.
Aku hanya ingin mengenal lebih dalam tentang kalian.
Maaf, kalau aku terkesan sok pintar, sok dekat atau sok kenal.
Karna aku memang ingin mengenal kalian lebih dekat.
Karna aku ingin rasa sepi yang pekat ini hilang.
Karna aku ingin rasa ramai yang selalu datang,
Bukan rasa sepi.

Maaf, kawan.
Aku hanya mencoba untuk bergaul dan menyamakan diriku dengan kalian, meskipun aku tahu, takkan lagi aku mendapat seorang tulang belikat yang selalu ada.

Aku hanya mencoba untuk berbaur dengan kalian, meskipun aku tahu kebanyakan dari kalian adalah egois, karna aku tahu, aku sendiri memang egois.

Wednesday, September 19, 2012

Thanks................



I would like to hide my feeling.
I would like to quiet.
I would like to tell nobody about my feeling.
I only tell you.

Why?

Why can I tell  you?
Because you're different.
You're different from the others.

Thats why I trust you,boy.
Thats why I would like to tell you about my feeling,boy.
Thats why I tell you anything.

I ain't never met a man like you.
I ain't never met a -besties- like you.
You...you're my besties.

A.....
We'll never meet again.
A.....
Glad to met you, two year ago.
A......
Thanks for all the moment that we had together.
A.....
I'll always remember the moment
that we had
-together-

Sincerely,

Me.......
Your -ex- besties.

Monday, September 17, 2012

9/17/2012 - No comments

Starting Over?

Saya takut untuk memulainya (lagi).
Saya takut untuk belajar (lagi).
Saya takut untuk mengulang (kembali)
Tidak. Saya enggan untuk mengulang.

Mengapa hati -saya- menuntut dia?
Mengapa hati -saya- memilih dia?
Mengapa hati -saya- berkata dia?

Entah. Saya enggan mengulang.
Entah. Saya tidak memilih.
Entah. Saya takut.

Apakah saya harus mengulang kembali?
Apakah saya harus memulai lagi?
Ataukah saya harus mencegah semuanya?
Timbul-Hilang-Timbul.
Entahlah.

I'm afraid of starting over..
I'm afraid of losing someone..
I'm afraid.... of falling in love...
with you.

Yap,I love you....

Saturday, September 15, 2012

9/15/2012 - No comments

Falling Apart



Berjalan diatas sepatu yang seharusnya digunakan berpasangan,aku lebih memilih menggunakan sepatu itu tanpa berpasangan.

Berjalan diatas tekanan yang selalu datang dari detik ke detik yang akan datang,aku lebih memilih berjalan dalam kebebasan.

Berjalan diatas suhu badan 36 derajat,aku lebih memilih untuk berjalan dengan suhu badan lebih rendah.

Mengapung dengan gravitasi setiap harinya. Ketika aku jatuh,siapapun itu yang menangkapku,aku akan selalu mendarat di daratan meskipun pada awalnya aku akan mengapung diatas langit,dan pada akhirnya,aku harus mendarat karna aku dituntut oleh gravitasi.



Sama halnya dengan kamu.
Kamu mampu membuat saya mengapung diatas langit.
Namun pada akhirnya saya harus kembali ke bumi dengan dituntut oleh gravitasi.
Kamu membuat saya terjatuh.
Dan akhirnya,saya yang menuntut gravitasi untuk memeluk saya.
Memeluk saya untuk menerima rasa ketiadaan kamu.

Tuesday, September 4, 2012

Maaf.

Sebelumnyaaaa, happy ied yaaa,hehehe. maafin writer nya yang sering bikin readers nya galau yaaa,mhehehe! Jangan galau lagi yaaa, hehe. Enjoy it!

Adakah kata lain yang bisa kuucap selain dulu?
Adakah kata lain yang bisa kuucap selain dia?
Adakah kata lain yang bisa kuucap selain kami?
Tidak. Jawabannya adalah tidak.

Beribu-ribu detik,beratus-ratus menit, bahkan berpuluh-puluh jam, saya berusaha melupakan -kamu- tapi at least, I cant.

Maaf, kalau selalu masa lalu yang saya ceritakan, karena hanya masa-masa itulah yang selalu indah.
Maaf, kalau selalu hari kemarin bersama mereka yang pernah membuat saya bahagia yang selalu saya share.
Maaf, kalau selalu itu-itu-itu lagi yang saya ceritakan.

Mengapa? Karena saya tidak punya hal lain untuk diceritakan.
Mengapa? Karena tidak ada hari-hari yang indah selain dengan mereka.
Mengapa? Karena saya tidak punya objek lain selain -dia- dan -mereka-

Memang, agak hiperbolis dan terkesan lebay.
Tapi, ini saya. You can't change me into something different.